Dengan Tablet Murah Redmi Pad SE, Saya Ngonten Artikel dan Video

Mulai membuat konten tak harus dengan peralatan yang mahal dan lengkap. Bagi orang yang bermodal pas-pasan seperti saya, rasanya cukup dengan peralatan seadanya asal berfungsi dengan baik dan yang pasti harus ada niat.

Pertama kali ngonten, saya hanya menggunakan sebuah tripod dan hp Samsung M12 untuk merekam video. Kemudian video saya edit dengan sebuah laptop jadul yang dibeli pada tahun 2012, laptop sudah gampang overheat dan mati-matian sehingga sangat menguji kesabaran.

Untuk pencahayaan saya memanfaatkan sinar matahari dan untuk suara hanya mengandalkan mic internal hp yang direkam bersamaan dengan perekaman video. Kalau sekiranya butuh 2 hp saya pinjam milik orang di sekitar saya. Benar-benar minim budget kan? 🤭

Setelah berjalan 1 tahun 8 bulan, akhir Februari kemarin, dengan honor KPPS Pemilu 2024 ditambah sedikit uang tabungan yang ada, saya langsung membeli tablet Xiaomi Redmi Pad SE untuk mengganti tugas berat laptop yang sudah tua itu.

Redmi Pad SE

Kenapa memilih Redmi Pad SE? Karena walau harganya murah, tablet ini sudah mampu memenuhi kebutuhan ngonten saya untuk edit video FHD durasi maksimal 90 detik dan juga untuk menulis artikel ini. Prinsip saya saat ini: utamakan fungsi bukan gengsi. Ya… karena saya belum kaya, gak tau deh nanti kalau sudah kaya 🤣

Xiaomi Redmi Pad SE merupakan tablet wifi only berbodi metal yang dibekali prosesor Snapdragon 680 dengan RAM 4 GB dan kapasitas penyimpanan 128 GB. Kalau penyimpanan masih kurang, bisa ditambahkan MicroSD maksimal 1 TB.

Memiliki layar IPS 11 inch dengan refresh rate 90 Hz rasanya sudah cukup nyaman bagi saya untuk mengedit video tipis-tipis di tablet ini.

Ditambah lagi kapasitas baterai yang besar yaitu 8000 mAh membuat tablet ini tahan dipakai seharian tanpa takut kehabisan daya. Sayangnya untuk charger bawaan cuma diberi adapter 10 W saja, padahal tablet ini sudah mendukung fast charging 18 W. Gak begitu ngaruh sih mengisi daya pakai adapter 18 W juga sama lamanya 🤭

Redmi Pad SE memiliki 1 kamera belakang dengan resolusi 8 MP dan 1 kamera depan dengan resolusi 5 MP. Kamera depan berada di tengah saat posisi landscape, jadi sangat cocok kalau mau digunakan untuk Zoom, video call WhatsApp dan sejenisnya.

Bisa dibilang sekarang saya full ngonten di tablet ini, tidak di laptop lagi. Mulai dari menulis script, mengedit gambar pelengkap, mengedit video, sampai menguploadnya di media sosial.

Yang mengejutkan bagi saya adalah ketika masih bersistem operasi MIUI 14 (android 13) aplikasi Kinemaster hanya mampu mengedit maksimal 2 layer video 1080p, setelah mendapat upgrade HyperOS 1.0.1.0 (android 14) aplikasi Kinemaster mampu mengedit maksimal 8 layer video dengan kualitas yang sama.

Dengan adanya tablet ini, sekarang saya bisa membuat konten di mana saja. Bisa di kamar, di ruang tamu, di depan TV atau di teras rumah. Tak harus di kamar terus seperti sebelumnya saat menggunakan laptop tua karena harus selalu dicolok ke sumber listrik biar tetap menyala.

Kalau ada yang bilang “ngonten kan bisa pakai hp android gak perlu tablet atau laptop?” Memang benar bisa dan banyak pelakunya. Tapi karena konten video saya banyak yang harus disensor (seperti nomor telepon & alamat email), tentu saya membutuhkan layar yang lebih lebar agar lebih mudah dalam melakukan hal tersebut.

Nah, buat yang mau tanya-tanya tentang tablet Redmi Pad SE boleh tulis pertanyaanmu di kolom komentar. Tapi jangan tentang game, soalnya untuk saat ini saya sama sekali tidak pernah bermain game 😄

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *